Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti

Pekan ASI Sedunia 2026

Teman-teman, setiap tanggal 1 sampai 7 Agustus dunia merayakan Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week. 

Tahun 2026 ini temanya sangat menarik: “Breastfeeding for a sustainable start in life: strengthen what works” atau dalam bahasa kita “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Sudah Terbukti Berhasil”.

Kampanye global ini digagas untuk mengajak kita semua tidak sekadar tahu manfaat ASI, tapi benar-benar memperkuat praktik yang sudah terbukti berhasil. 

Mulai dari inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif enam bulan, hingga dukungan nyata bagi ibu menyusui.

Di Indonesia, banyak puskesmas, Posyandu, dan komunitas ibu menyusui mengadakan kegiatan edukasi sepanjang pekan ini. 

Yuk, kita bahas secara lengkap dan praktis supaya kamu bisa langsung menerapkan atau mendukung orang terdekat.

Apa Itu Pekan ASI Sedunia dan Mengapa Diperingati?

Pekan ASI Sedunia adalah kampanye tahunan yang digagas World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) sejak 1992. 

Organisasi ini bekerja sama dengan WHO dan UNICEF. Tujuannya jelas: meningkatkan kesadaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui.

Setiap tahun temanya berbeda. Tahun 2026 fokus pada memperkuat apa yang sudah terbukti berhasil. Artinya, kita tidak perlu mencari cara baru yang rumit. 

Cukup perkuat praktik yang sudah terbukti secara ilmiah, seperti konseling menyusui, kebijakan tempat kerja yang ramah, dan dukungan komunitas.

Kapan dan Di Mana Pekan ASI Sedunia Berlangsung?

Pekan ASI Sedunia selalu jatuh pada 1 hingga 7 Agustus setiap tahun. Tahun 2026 dimuliaihari ini, Sabtu 1 Agustus, dan berlangsung sampai Jumat 7 Agustus. 

Peringatan ini bersifat global, digelar di lebih dari 170 negara.

Di Indonesia, kegiatan bisa ditemukan di fasilitas kesehatan, Posyandu, rumah sakit, hingga komunitas online. 

Banyak daerah juga mengadakan seminar, kelas menyusui, dan kampanye dukungan ibu bekerja.

Siapa yang Menyelenggarakan dan Siapa yang Diuntungkan?

Kampanye ini dikoordinasikan WABA dengan dukungan kuat WHO dan UNICEF. Pemerintah di berbagai negara, termasuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan di Indonesia, ikut mengampanyekan.

Yang paling diuntungkan tentu bayi dan ibu. Bayi mendapat nutrisi terbaik dan perlindungan alami. Ibu mendapatkan manfaat kesehatan jangka panjang. 

Keluarga dan masyarakat juga diuntungkan karena anak tumbuh lebih sehat, risiko stunting menurun, dan biaya kesehatan bisa ditekan.

Mengapa Tema Tahun Ini Penting?

Tema “perkuat apa yang sudah terbukti berhasil” muncul karena bukti ilmiah sudah sangat kuat. Scaling up praktik menyusui yang tepat bisa mencegah hampir 400.000 kematian anak dan sekitar 140.000 kematian ibu setiap tahun. 

Setiap satu dolar yang diinvestasikan untuk mendukung menyusui menghasilkan sekitar 59 dolar manfaat ekonomi.

Fokusnya bukan lagi “apakah menyusui penting?”, tapi “bagaimana kita memastikan lebih banyak ibu berhasil menyusui?”. 

Mulai dari layanan kesehatan yang terampil, kebijakan cuti melahirkan, hingga dukungan di tempat kerja dan komunitas.

Bagaimana Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi dan Ibu?

ASI eksklusif berarti bayi hanya mendapat ASI saja tanpa tambahan apa pun (kecuali obat atau vitamin sesuai anjuran dokter) selama enam bulan pertama. 

Setelah itu ASI dilanjutkan bersama MPASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Bagi bayi, ASI memberikan nutrisi lengkap yang mudah dicerna. Kolostrum yang keluar di hari-hari pertama disebut vaksin alami pertama karena kaya antibodi. 

ASI menurunkan risiko diare, infeksi saluran napas, alergi, obesitas, dan diabetes di kemudian hari. Perkembangan otak dan sistem imun juga lebih optimal.

Bagi ibu, menyusui membantu rahim berkontraksi lebih cepat sehingga mengurangi perdarahan pasca persalinan. 

Risiko kanker payudara, kanker ovarium, diabetes tipe 2, dan depresi pascamelahirkan juga lebih rendah. Secara emosional, menyusui memperkuat ikatan antara ibu dan bayi.

Strategi Praktis Sukses Memberikan ASI Eksklusif

Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah bayi lahir jika kondisi memungkinkan. Letakkan bayi di dada ibu agar kontak kulit ke kulit terjadi. 

Bayi biasanya akan mencari puting sendiri dalam waktu satu jam pertama.

Susui bayi sesuai kebutuhan atau on demand. Umumnya 8 hingga 12 kali dalam 24 jam di minggu-minggu awal. 

Semakin sering payudara dikosongkan, semakin lancar produksi ASI. Prinsipnya sederhana: supply and demand.

Perhatikan posisi dan perlekatan (latch). Pastikan tubuh bayi sejajar, perut menghadap ke perut ibu, dan mulut bayi terbuka lebar sehingga sebagian besar areola masuk. 

Jika terasa nyeri terus-menerus, segera lepas dengan cara memasukkan jari kelingking ke sudut mulut bayi lalu coba lagi.

Untuk ibu bekerja, siapkan stok ASI perah. Mulai biasakan memerah sejak cuti melahirkan. Gunakan pompa yang nyaman dan simpan ASI dengan benar di kulkas atau freezer sesuai panduan. 

Saat di kantor, perah secara rutin setiap 2–3 jam agar produksi tetap terjaga.

Dukung diri sendiri dan ibu lain. Minum cukup air, makan bergizi, dan istirahat sebisanya. Jangan ragu minta bantuan suami atau keluarga untuk urusan rumah tangga. 

Bergabung dengan komunitas ibu menyusui juga sangat membantu secara mental.

Dukungan yang Bisa Diberikan Orang Sekitar

Suami dan keluarga bisa mengambil alih pekerjaan rumah agar ibu fokus menyusui dan istirahat. Hindari memberi saran yang menekan atau membanding-bandingkan. 

Kalau ibu kesulitan, tawarkan untuk menemani ke konselor laktasi atau Posyandu.

Di tempat kerja, dukung adanya ruang laktasi yang nyaman dan kebijakan cuti yang memadai. Teman kerja bisa menunjukkan sikap positif saat ibu memerah ASI. Dukungan kecil seperti ini sangat berarti.

Apa yang Bisa Kita Lakukan Selama Pekan ASI Sedunia Ini?

Bagikan informasi yang benar tentang manfaat ASI di media sosial atau grup keluarga. Hindari menyebarkan mitos yang menakutkan. 

Jika ada ibu hamil atau menyusui di sekitar, tanyakan apa yang mereka butuhkan.

Ikuti kegiatan edukasi di Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Bagi yang sudah berhasil menyusui, bagikan pengalaman praktis (bukan sekadar motivasi). Pengalaman nyata jauh lebih membantu.

Teman-teman, menyusui memang perjalanan yang penuh tantangan. Tapi dengan dukungan yang tepat dan praktik yang benar, banyak ibu berhasil. 

Pekan ASI Sedunia 2026 mengingatkan kita untuk memperkuat apa yang sudah terbukti bekerja. Mari kita ciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi setiap ibu dan bayi.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti
  • Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti
  • Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti
  • Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti
  • Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti
  • Pekan ASI Sedunia 2026: Perkuat Praktik Menyusui yang Sudah Terbukti
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad