![]() |
| Pemprov DKI Catat Perbaikan Kualitas Udara Jakarta. sumber gambar: pixbay |
Ayopost, Jakarta - Sobat Jakarta, kabar bagus nih. Kualitas udara di Ibu Kota sempat membaik signifikan di akhir pekan kemarin. Polutan seperti PM2,5 dan PM10 turun di lima wilayah, membuat udara terasa lebih lega.
Fenomena ini terjadi di tengah gelaran Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menjaga kenyamanan warga dan peserta lewat berbagai langkah, termasuk operasi modifikasi cuaca.
Kamu mungkin bertanya-tanya, apa penyebabnya dan bagaimana cara menjaga kualitas udara tetap baik? Yuk, kita bahas bareng-bareng secara santai dan praktis.
Apa yang Terjadi dengan Kualitas Udara Jakarta?
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat konsentrasi polutan PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) cenderung menurun pada Sabtu, 24 Oktober 2026 pagi. Penurunan paling terasa antara pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.
Di Jakarta Selatan, PM2,5 sempat turun ke kisaran 12–32 mikrogram per meter kubik. Angka ini di bawah baku mutu 55 µg/m³. Di kawasan pesisir Jakarta Utara bahkan lebih rendah, hanya 9–17 µg/m³.
Tren serupa juga terlihat di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 berada di kisaran 12–43 µg/m³. Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, memastikan data ini dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU).
Siapa yang Melakukan Pemantauan dan Apa Penyebabnya?
Pemantauan dilakukan oleh DLH DKI Jakarta. Mereka menjelaskan penurunan polutan bisa dipengaruhi kondisi meteorologi, aktivitas sumber emisi lokal, serta operasi modifikasi cuaca (OMC).
Hujan yang dipicu OMC membantu membersihkan partikulat di udara lewat proses deposisi basah. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menambahkan bahwa OMC dioptimalkan bersama BMKG agar tepat sasaran.
OMC dilakukan pada 21–23 Oktober 2026 dengan empat sorti penerbangan pesawat PK-SNH. Bahan semai yang digunakan adalah natrium klorida (NaCl) di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan. Hasilnya, hujan ringan hingga sedang turun di beberapa wilayah pada Jumat malam.
Selain itu, Pemprov juga melakukan penyemprotan kabut air (water mist) di ruas jalan lintasan JRF 2026. Langkah ini membantu menyejukkan lingkungan bagi pelari dan warga sekitar.
Bagaimana Kondisi Kualitas Udara Saat Ini dan Rekomendasi Kesehatan?
Pada Minggu pagi, 25 Oktober 2026, kualitas udara Jakarta tercatat sedang menurut IQAir. Skor berada di angka 79 dengan konsentrasi PM2,5 sekitar 24 µg/m³. Angka ini masih 4,8 kali lebih tinggi dari panduan tahunan WHO.
Bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, tetap disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Pakai masker jika harus keluar. Tutup jendela dan aktifkan pemurni udara di rumah juga bagus.
Kamu bisa cek update real-time lewat aplikasi JAKI atau situs udara.jakarta.go.id. Pantau terus agar bisa menyesuaikan aktivitas harian.
Tips Praktis Menjaga Kesehatan Saat Polusi Udara
Jangan cuma menunggu pemerintah. Ada langkah sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri setiap hari. Pertama, cek kualitas udara pagi hari sebelum beraktivitas di luar.
Kalau indeks sedang atau lebih buruk, prioritaskan olahraga di dalam ruangan atau pagi buta saat polutan biasanya lebih rendah. Gunakan masker N95 atau KF94 saat bepergian di jalan raya.
Tanam tanaman penghisap polusi di rumah atau balkon, seperti lidah mertua atau lidah buaya. Mereka membantu menyaring udara secara alami. Jaga kebersihan filter AC dan vacuum rutin agar debu tidak menumpuk.
Kalau sering di luar, bawa air minum cukup dan hindari olahraga intens saat indeks tinggi. Langkah kecil ini berdampak besar untuk kesehatan jangka panjang.
Upaya Lanjutan Pemprov DKI untuk Udara Lebih Bersih
Pemprov DKI terus mengkaji usulan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day dua kali seminggu. Gubernur Pramono Anung sedang mempertimbangkan usulan Menteri Lingkungan Hidup terkait hal ini.
Kolaborasi dengan BMKG dan instansi terkait juga diperkuat. Data meteorologi dan kualitas udara saling dibagikan agar respons lebih cepat. Targetnya, konsentrasi PM2,5 bisa ditekan secara berkelanjutan.
Kamu juga bisa ikut berkontribusi. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi, pilih transportasi umum, atau sepeda untuk jarak dekat. Setiap aksi kecil membantu menurunkan emisi lokal.
Perbaikan kualitas udara Jakarta bukan hanya soal angka. Ini tentang kenyamanan hidup kita sehari-hari. Dengan pantauan yang ketat dan aksi bersama, udara Ibu Kota bisa lebih lega ke depannya.
Referensi
- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan keterangan Kepala DLH Dudi Gardesi (ANTARA, 25 Oktober 2026)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta
- Siaran Pers BMKG: Tekan Polusi Udara dan Suhu Panas Jakarta (bmkg.go.id)
- Data IQAir dan pemantauan kualitas udara Jakarta
- Laporan media: IDN Times, Tribun Jakarta, Akurat.co terkait penurunan polutan 24 Oktober 2026
